Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Runga Tamu Kenegaraan Walikota Bandung Ridwan Kami

Ridwan kamil atau biasa di sapa kang emil oleh masyarakat bandung selain aktif menjadi dosen ITB Bandung, kang emil juga adalah seorang arsitek dan itu dibuktikan oleh ide ide kreatif yang dituangkan untuk membenahi Kota Bandung dari mulai taman-taman dan yang terakhir pada bulan Desember 2014 meresmikan taman Alun-Alun yang sangat tersa manfaatnya oleh warga Bandung untuk katagori ruang terbuka hijau .

Banyak ide ide Kang Emil yang berlum terealisasi yang mencapai 300 ribu proyek untuk bandung ungkap Kang Emil di salah satu stasiun TV Nasional, ide Kang Emil juga tak luput dari ruang kerja atau rung tamu Kenegaraan yang telah diciptakan Kang Emil yang tak terdapat di ruang tamu kenegaraan lainya. Pemeliahan furniturnya banyak menggunakan unsure unsure kayu dan corak warna warni seperti yang terlihat di foto yang di ambil beberapa waktu yang lalu.



18.35 | 0 komentar

BBM pada bulan Januari diprediksi akan turun

1 Januari 2015 mengawali tahun yang baru dan sekaligus mengubah kebijakan pemerintah terhadap harga BBM, jenis premium pada awal tahun 2015 turun menjadi Rp. 7.600 untuk jenis premium dan untuk jenis solar 8.250 per liter dan itu berarti pemerintah mensubsidi Rp. 1000 rupiah perliter.
Harga minyak dunia pada bulan januari 2015 terus merosot yng berate  pemerintah membuat perhitungan  BBM jenis solar dan premium seperti yang di ungkapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil pemerintah akan terus memantau harga minyak dunia yang pada saat ini sedang berada pada level turun.

Prediksinya, penurunan harga bakal berlangsung lama. Selama 2015, harga minyak tidak akan rebound sampai di atas USD 70 per barel. Artinya, keputusan pemerintah untuk tidak memberikan subsidi pada Premium tepat. Harga jual di masyarakat disebutnya masih oke di kantong pembeli.
      
"Yang menarik, ada keyakinan bahwa harga rendah ini cukup lama. Paling tidak, sepanjang tahun ini masih di bawah USD70. Logikanya, tidak perlu subsidi," tuturnya.
      
Di luar itu, dia juga menyinggung soal kesempatan yang diberikan pemerintah kepada PT Pertamina untuk menghilangkan Premium dalam dua tahun. Menurutnya, itu bisa dipercepat karena waktu yang diberikan pemerintah bersifat selama-lamanya. Jadi, kemungkinan segera hilang masih terbuka.
      
Tim RTKM sendiri tetap mendorong agar produk RON 88 itu bisa lenyap dalam enam bulan saja. Salah satu caranya adalah menekan supay tidak ada kontrak baru pembelian minyak untuk Premium. "Kita dorong harus lebih cepat. Kalau menunggu dua tahun
17.39 | 0 komentar

Peneliti: Tempe Kedelai Khas Indonesia, Tak Boleh Diklaim

VIVAnews - Tempe merupakan makanan tradisional yang sudah terkenal di Indonesia, bahkan sudah diakui dunia. Maka itu, Peneliti mikrobiologi Indonesia, Indrawati Gandjar, menyatakan tak akan membiarkan tempe diklaim oleh bangsa lain.

"Tempe kedelai khas Indonesia tidak boleh diklaim dunia. Sebab, ada gejala-gejala tempe diakui bahwa itu bukan asli Indonesia, dan itu tidak bisa diterima," kata Indrawati dalam acara penganugerahaan Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) 2014, di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu 10 Desember 2014.

Dia mengatakan, tempe telah diakui dunia akan kandungan gizinya. Sebab, tempe memiliki kandungan gizi seperti vitamin B1, vitamin B6, zat antibiotik, dan zat antioksidan.
"Tempe membantu masyarakat yang tidak berekonomi tinggi untuk mendapatkan protein dan vitamin," kata dia.

Diceritakannya, dia sudah melakukan blusukan, mencari sampel tempe dari berbagai tempat seperti warung dan pasar sejak 1961 silam. Sampel ini kemudian digunakannya untuk penelitian fungi (jamur) pada makanan tersebut.

Tujuannya, Indrawati ingin menekuni nilai gizi dari kandungan tempe. "Saya sadar ingin mengangkat makanan produk fermentasi yang nilai sosial masih rendah ini menjadi dihargai," kata dia.

Seperti yang diketahui, Indrawati adalah penerima Penghargaan Achmad Bakrie 2014. Dia menerima penghargaan di bidang sains.

Selain itu, Indrawati mengaku terkejut ketika menerima PAB 2014. "Ini merupakan kejutan luar biasa dan penghormatan. Saya berterima kasih kepada PAB untuk Negeri 2014 di bidang sains," kata dia.

Indrawati mengatakan bahwa penghargaan bagi dirinya ini juga ia tujukan kepada para ilmuwan yang berkecimpung dalam penelitian fungsi. (asp)
19.28 | 0 komentar

Penjelasan Ilmiah Kisah Musa Membelah Laut

VIVAnews - Kisah Nabi Musa yang menyelamatkan Bani Israel dari kejaran Firaun merupakan bukti adanya keajaiban Tuhan. Namun dari sisi sains disebutkan, kisah pembelahan Laut Merah terjadi karena fenomena alam dan pengetahuan yang dimiliki Nabi Musa. Mantan kepala Ilmuwan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) National Ocean Service di Amerika, Dr. Bruce Parker, menceritakan versi ilmiah kejadian itu di laman Wall Street Journal, Kamis 11 Desember 2014. Menurutnya, Nabi Musa memiliki perhitungan tepat dalam memprediksi pasang surut yang terjadi di Laut Merah. Kisah dalam alkitab menjelaskan jika Nabi Musa membelah laut dengan tongkatnya dan membiarkan bagian tengah laut kering. Dengan demikian, kaum Israel bisa menyeberang laut untuk menghindari tentara Firaun. Setelah semua orang menyeberang, tentara Firaun masih berada di dalam laut yang mengering itu. Tidak lama air mulai kembali menyatu dan menenggelamkan para tentara tersebut. Banyak yang mengatakan jika secara realistis, Nabi Musa mendapatkan bantuan dari alam berupa fenomena tsunami yang muncul setelah gempa bumi terjadi di laut tersebut. Biasanya, sebelum tsunami muncul, air akan menjauh terlebih dahulu sebelum akhirnya menghantam daratan dengan arus yang tinggi dan menenggelamkan semuanya. Dari sisi ilmiah, menurut Parker, Nabi Musa tidak benar-benar membelah laut. Bahkan bukan juga karena tsunami karena air akan kembali muncul dalam kurun 20 menit dan itu tidak memberikan kaum Israel cukup waktu untuk menyeberang. "Nabi Musa sepertinya tidak akan bisa memprediksi kapan gempa dan tsunami datang. Namun saya percaya jika dia menggunakan pengetahuan lokalnya terhadap pasang surut air laut. Di Teluk Suez, pasang surut berarti bagian-bagian di bawah laut bisa mengering selama berjam-jam sebelum air akhirnya kembali. Pengalamannya tinggal di padang gurun, membuat Musa dapat memprediksi kapan pasang surut itu terjadi dengan melihat bulan. Awan debu yang muncul dari kereta kuda tentara juga dijadikan perhitungan untuk mengukur waktu kedatangan tentara. Pengetahuan ini tentu saja tidak dimiliki oleh para tentara yang tinggal di sepanjang sungai Nil. Sungai itu terhubung dengan laut Mediterania dan tidak memiliki pasang surut yang seperti laut merah. "Dengan mengetahui kapan pasang surut laut terjadi, berapa lama dasar laut akan mengering, dan kapan air akan kembali menyatu, dijadikan sebagai perhitungan Musa dalam misi penyelamatan kaum Israel," ujar Parker. Dalam alkitab disebutkan jika pelarian dramatis itu terjadi saat bulan purnama penuh. Ini artinya, air surut sampai ke titik terendah sehingga air laut bisa kering dalam waktu lebih lama. Ini memberikan waktu yang cukup untuk mereka menyeberang. Jika air surut di titik terendah, ini juga berarti jika pasang berada di titik yang tertinggi sehingga sangat mungkin untuk menenggelamkan tentara Firaun. Kisah Alkitab itu juga menyebutkan jika ada bantuan angin kencang dari arah timur yang membantu mendorong air kembali dengan kuat. Meski Parker percaya dengan kedatangan angin itu, tetap saja, ia merasa jika prediksi pasang surut air laut yang diperhitungkan Musa merupakan pertimbangan waktu yang tepat dan menjadi faktor utama misi penyelamatan itu sukses. Penjelasan Parker ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, sejarawan kuno pda tahun 80 dan 40 sebelum masehi, bernama Artapanus, mengatakan 'Musa telah berkenalan dengan negara ini. Dia menunggu datangnya pasang surut dan membawa orang-orang saat laut mengering'.
19.27 | 0 komentar

SBY Curhat Terjebak Kemacetan dari Cikeas Menuju Istana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak menjadi presiden membuat Susilo Bambang Yudoyono (SBY) yang kini menjabat sebagai Chairman Global Green Growth Institute (GGGI), harus merasakan kemacetan di Jakarta.
Ya, perjalanan dari kediamannya di Puri Cikeas menuju Istana Merdeka, Jakarta, Senin (8/12/2014), sempat tersendat akibat kemacetan di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah hingga Semanggi, Jakarta Pusat.
"Dari, Cikeas. Macetnya mulai TMII sampai Semanggi," ungkap SBY menjawab sapaan Presiden Joko Widodo saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (8/12/2014) pukul 13.10 WIB.
Dijelaskan SBY, waktu sekitar 40 hingga 50 menit pun dialami SBY dari TMII hingga Semanggi. "Hampir 40-50 menit biasanya lancar," tuturnya.
Mengenakan batik ungu, SBY didampingi mantan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menuju ke dalam Istana Merdeka. "Apa kabar semua," sapa SBY kepada awak media saat tiba di Istana Merdeka. Sesampainya di dalam Istana Merdeka, SBY diterima Presiden Joko Widodo.
Setelah bertemu Jokowi, SBY juga dijadwalkan menemui Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla atau yang akrab dipanggil JK siang ini, Senin (8/12/2014) pukul 14.00 WIB, di kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat.
Juru bicara JK, Husein Abdullah atau yang akrab dipanggil Uceng kepada wartawan mengaku ia belum tahu apa yang akan dibicarakan dua orang tokoh itu. Ia menduga SBY menemui JK terkait organisasi yang dipimpin keduanya.
"Mungkin terkait organisasi yang beliau pimpin," ujarnya.
17.39 | 0 komentar

Sepeda Motor Irit Ini Bisa Tempuh 111 Kilometer per Liter

VIVAnews - Skuter matik terbaru Yamaha, Mio M3 125 Blue Core unjuk gigi membuktikan apakah mesin teknologi baru Yamaha ini benar-benar irit.
Dalam uji coba yang berlangsung di sirkuit Sentul 20 November 2014 silam, setiap Mio 125 dipasangi indikator khusus untuk mengetahui berapa lama lampu Eco di panel instrumen menyala selama uji coba.
Bersama beberapa media lain, VIVAnews menjajal motor ini sebanyak 10 putaran. Selama uji coba, pengendara bebas mempraktikkan gaya berkendara. Setelah selesai, pihak Yamaha kemudian mencatat berapa lama lampu Eco menyala, penggunaan bahan bakar dan jarak yang ditempuh.
Hasilnya kemudian dimasukkan ke dalam program komputer untuk mengetahui pemakaian rata-rata bahan bakar setiap motor. Sekadar informasi, teknik berkendara yang dilakukan VIVAnewsmenggabungkan antara berkendara secara irit namun tetap berusaha mencatat waktu lap secepat mungkin.
Cara kerja lampu Eco adalah mencatat kecepatan sepeda motor dan dikombinasikan dengan kecepatan bukaan gas. Jadi meski kita masih dalam kisaran kecepatan Eco (30-60 kilometer per jam), namun belum tentu lampu menyala apabila kita membuka tutup tuas gas dengan agresif.
Kunci berkendara irit bahan bakar adalah dengan sebisa mungkin membuka tutup tuas gas secara perlahan. Selain itu kita juga dituntut untuk mengurangi pemakaian rem, karena apabila motor melambat maka butuh tenaga yang besar untuk mencapai kecepatan semula.
Pemakaian bahan bakar VIVAnews saat uji coba Mio 125 tercatat satu liter bahan bakar Pertamax untuk jarak 82 kilometer. Namun hasil ini didapat saat menempuh jalur trek yang lebar dan kosong, tidak seperti kondisi perkotaan yang padat dan macet.
17.38 | 0 komentar

100 Ilmuwan Terkemuka Berseru: Asteroid Bisa Musnahkan Manusia!

L'histoire se repete... Lebih dari 100 ilmuwan meyakini, sejarah bisa jadi berulang. Dan ini yang membuat mereka ketar-ketir: pada 65 juta tahun lalu, asteroid raksasa menghujam Bumi. Dinosaurus yang kala itu menjadi penguasa dunia punah.

Itu bukan satu-satunya. Pada 3,26 miliar tahun lalu, batu angkasa selebar 23-36 mil atau 37-58 kilometer menubruk Bumi, menciptakan kawah selebar 500 km, dan memicu tsunami terdahsyat, dibanding yang pernah ditimbulkan semua gempa bumi yang diketahui selama ini.

Sekitar 100 ilmuwan dan astronot terkemuka, termasuk Dr Brian May dan Chris Hadfield menandatangani deklarasi, yang menuntut peningkatan aksi untuk menanggulangi objek-objek angkasa yang berpotensi menamatkan kehidupan di muka Bumi.

Dalam sebuah acara yang dijadwalkan dilangsungkan pada 30 Juni 2015, dalam konser bergaya Live-Aid, mereka akan menyerukan pada dunia bahwa manusia sejatinya di ambang bahaya, kecuali tindakan pencegahan dilakukan.

Acara Asteroid Awareness Day, diadakan bertepatan dengan peringatan Insiden Tunguska Siberia. Batu angkasa yang jatuh pada 30 Juni 1908 adalah yang terbesar dalam sejarah, menyebabkan kehancuran di wilayah setara ukuran kota metropolitan, 2.000 kilometer persegi.
Untung, batu angkasa yang menabrak kawasan terpencil itu tak menimbulkan korban jiwa. Tapi, bayangkan jika kejadiannya di tengah kota besar yang ramai...

Seperti Liputan6.com kutip dari situs Daily Mail, mereka yang menandatangani 100x Asteroid Declaration berpendapat, teknologi yang bisa mendeteksi, melacak, dan mempertahankan Bumi dari dampak tubrukan asteroid wajib dikembangkan secepat mungkin.

Para ilmuwan dan sederet orang ternama itu meminta peningkatan 100 kali lipat kemampuan deteksi dan monitoring objek dekat Bumi atau near Earth objects (NEOs).

Diperkirakan ada jutaan batu angkasa yang bisa membahayakan Bumi. Namun, baru 10 ribu atau hanya 1 persen yang diketahui keberadaannya. Insiden ledakan meteorit di Kota Chelyabinsk, Rusia pada Februari 2013 yang melukai lebih dari 1.600 orang menjadi bukti, malapetaka bisa jadi datang dari langit.

"Makin kita tahu tentang dampak asteriod, makin jelas bahwa umat manusia hidup dalam waktu yang terbatas," kata Dr Brian May, astrofisikawan sekaligus gitaris band tenar Queen sepertiLiputan6.com kutip dari Daily Mail, Kamis (4/12/2014).

"Kita baru mengetahui keberadaan kurang dari 1 persen objek yang sebanding dengan batu angkasa yang memporakporandakan Tunguska. Tak ada yang tahu kapan yang lebih besar akan menghujam Bumi."

Acara yang akan digelar Juni tahun depan juga akan diisi dengan diskusi tentang solusi untuk melindungi umat manusia, dari dampak jatuhnya batu angkasa yang menyelonong masuk dan lolos dari pembakaran di atmosfer.

"Kita sudah memiliki teknologi untuk membelokkan asteroid berbahaya menggunakan penubruk kinetik (kinetic impactors) dan dengan pendorong gravitasi. Namun semua itu baru bisa dikerahkan jika kita mengetahui potensi bahaya setahun sebelum kejadian," kata mantan astronot, Dr Ed Lu.

"Sekarang saatnya kita bangkit dan maju. Ini adalah satu-satunya bencana alam yang kita tahu, ada cara untuk mencegahnya terjadi."

Hayabusa Menuju Asteroid


Pada Rabu 3 Desember 2014, Badan Antariksa Jepang atau Japan Aerospace Exploration Agency's (JAXA) meluncurkan pesawat Hayabusa2 dalam sebuah misi ambisius: membuat lubang di asteroid dengan ledakan, lalu mengambil sampelnya dan membawanya ke Bumi.

Seperti dikutip dari situs sains SPACE.com, Hayabusa2 mengangkasa dari Tanegashima Space Center. Jika misi berhasil, maka pada akhir 2020, pesawat itu akan membawa pulang sample Asteroid 1999 JU3.

Hayabusa2 adalah generasi penerus dari Hayabusa yang berhasil membawa sampel berharga asteroid ke Bumi pada 2010 -- setelah menjalani misi selama 7 tahun di luar Bumi. (Ein/Tnt)
17.32 | 0 komentar

Terkuak, Pertamina Tak Beli Minyak Langsung dari Pasar

Tim Reformasi Tata Kelola Migas menemukan jika PT Pertamina (persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Trading Limited (Petral), tidak secara langsung membeli minyak untuk kebutuhan di dalam negeri dari perusahaan produsen minyak mentah.

Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri mengungkapkan ada satu perusahaan trader yang dominan yang menjembatani anak perusahaan Pertamina‎, PT Pertamina Trading Limited (Petral).

"Itu trader, ada trader ternyata yang merealisasikan kontrak-kontrak itu, jadi bukan nasionalcompany-nya langsung seperti yang diklaim Pertamina dan Petral selama ini," kata Faisal saat ditemui di gedung Bank Indonesia, Kamis (4/12/2014).

Adapun satu perusahaan trader yang dominan yang menjembatani Petral selama ini dikatakan Faisal adalah Hin Leong Trading Ltd.

Faisal menghimbau kepada Pertamina untuk ke depan lebih transparan dalam menyelenggarakan jual beli minyak dengan pasar internasional.

"Pengadaan minyak lewat trader itu sebenarnya tidak tercela juga, cuma kan tolong lebih baik kalau kasih statemen itu yang jujur," katanya.

Tidak hanya itu, Tim yang dipimpin oleh Faisal berjanji akan menyelesaikan tugas audit mengenai Petral lebih cepat dari yang ditargetkan selama tiga bulan.

Selain itu, Faisal juga mengungkap ada 97 perusahaan refiner yang selama ini bekerja bersama Pertamina dan 32 perusahaan national company ysang menjadi pemasok minyak ke Indonesia. (Yas/Nrm)
17.26 | 0 komentar

Air Rebusan Mi Instan Tak Berbahaya?

Banyak orang percaya, mi instan mengandung lapisan lilin yang berbahaya bagi kesehatan. Dugaan sejumlah orang, lilin digunakan untuk membuat mi instan tahan lama. Hal ini pula yang menyebabkan beberapa orang selalu membuang air rebusan mi instan pertama untuk menghindari bahaya lilin. Benarkah hal tersebut?

Nutrition and Health Science manager dari Nutrifood Research Center, Astri Kurniati S.T MAppSc menanggapi hal tersebut. Menurutnya, hingga saat ini tidak ditemukan penggunaan lilin dalam mi instan dalam proses produksi.

"Mi instan mengandung lilin itu mitos. Kami melihat, dalam proses produksi nggak ada bahan lilin. Adonan yang dibuat seperti terigu, telur dan sebagainya dicetak kemudian digoreng sampai kering. Kenapa digoreng? Itulah yang membuat mi bisa tahan lama hingga berbulan-bulan," kata Astri saat ditemui dalam acara peluncuran buku 101 Mitos Kesehatan di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2014).

Sedangkan air yang keruh setelah merebus mi instan, kata Astri, itu disebabkan oleh pelepasan sebagian pati dan lemak dari proses menggoreng mi. Inilah yang membuat mi instan kaya lemak jenuh sehingga tidak baik dikonsumsi berlebihan.

Yang menarik, dalam buku 101 Mitos Kesehatan disebutkan cara mengonsumsi mi instan agar menjadi lebih sehat. Pertama, kurangi penggunaan bumbu mi untuk mengurangi asupan garam harian, Kedua, konsumsi mi instan dengan banyak sayuran seperti sawi atau bayam. Ketiga, padankan mi instan dengan protein seperti telur. Selebihnya, pilih mi instan yang di-oven (air dried), bukan digoreng.
00.40 | 0 komentar

Harga BBM Berpotensi Diturunkan

KATADATA – Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berpotensi untuk diturunkan. Saat ini, pemerintah mengkaji kembali harga BBM tersebut seiring dengan turunnya harga minyak mentah dunia.
“Prinsipnya harga (BBM) subsidi tidak boleh melampaui harga keekonomian. Jadi sudah pasti, kalau kecenderungan (harga minyak) turun terus, akan ada peninjauan secara keseluruhan kebijakan subsidi,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Selasa (2/12).
Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro untuk menghitung kembali besaran subsidi energi tersebut. Menurut dia, saat menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter pada 18 November lalu, pemerintah masih memberikan subsidi Rp 500 per liter.
Pada acara yang sama, Bambang Brodjonegoro mengakui harga minyak dunia terus melemah. Namun, dia juga mengingatkan bahwa penerimaan dari pajak penghasilan (PPh) dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) minyak dan gas (Migas) juga ikut menurun.
Oleh sebab itu, penurunan harga minyak nasional (Indonesia Crude Price/ICP) tak lantas membuat pemerintah menurunkan harga BBM. “Ya pokoknya (PPh dan PNBP Migas) nggak sesuai target, karena nggak sesuai harganya,” tutur Bambang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah saat ini terus memantau pergerakan harga minyak dunia. Meski mengalami penurunan, pemerintah belum mau mengambil kebijakan apa pun sebelum harga minyak mentah dunia stabil. 
Dia menganggap, penurunan harga minyak dunia yang terjadi saat ini masih bersifat sementara. “Kalau tren ini sudah mulai stabil itu ada beberapa kebijakan yang tepat,” katanya.
Berdasarkan data Reuters, saat ini harga minyak jenis light crude untuk pengiriman Desember 2014 adalah US$ 64,6 per barel. Sementara harga minyak jenis brent berada di posisi US$ 68,4 per barel.
Harga minyak mentah Indonesia (ICP) juga menurun. Rata-rata ICP selama Oktober adalah US$ 88,72 per barel, turun dibandingkan sebulan sebelumnya yaitu US$ 94,97 per barel.
Selain itu, dia mengatakan, secara rata-rata harga minyak mentah Indonesia masih di atas asumsi APBN 2015. Rata-rata ICP sepanjang 2014 berada di posisi US$ 102,32 per barel. Sedangkan asumsi dalam APBN-P 2014 yaitu US$ 105 per barel. “Oleh karena itu kita perlu observe (pantau) dulu sampai akhir tahun,” ujarnya.
22.49 | 0 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.

Postingan Populer